UA-51566014-1 Catatan Harian: Apa Ya. . .

Selasa, 22 Januari 2013

Apa Ya. . .



Selamat siang para pengukir sejarah. . . kalian tau kan setiap manusia punya sosok yang dia kagumi. Ya, tempat kedua setelah Tuhan di mana kamu bisa curhat sepuasnya tentang betapa tidak adil dunia. Dan kebetulan aku juga punya, dia dewa Ganesha yang secara kebetulan menjadi ikon SMA N 3 Slawi (almamaterku). Yah. . . memang, secara mitologi dia adalah dewa pengetahuan umat hindu. Tapi tidak dosa kan? Toh kagum tak pernah bersinonim dengan memuja.
Baik, mungkin kalian tidak butuh cerita ini. Tapi aku ingin berbagi sesuatu yang tidak pernah sampai pada pemiliknya. Dulu, waktu aku masih bercita-cita menjadi dokter (belum kenal sastra). . . ada siswa satu angkatan yang pintarnya keterlaluan. Barangkali genius. Dan kita tau. . . genius itu beda tipis dengan gila. Dia bahkan tau apapun yang aku sebut pengetahuan tidak umum. Contohnya tentang (organ) perempuan, ah ya. . . bakatnya memang mendekati kurang ajar. Anehnya aku sering merasa kagum plus Ilfil secara bersamaan dan yang paling parah. Hal-hal semacam itu bisa bertahan sangat lama. Nah. . . setelah kenal Ganesha, dewa pengetahuan sekaligus pemberi rintangan. . .aku perlahan-lahan mulai memakai identitas tersebut.
Oke biar nggak berlarut-larut. . .kita sambut bintang tamu kali ini, GANESHA. .
            Dewa Ganesha adalah dewa Hindu yang dalam patung dan gambarnya yang terkenal dan dilambangkan dengan bentuk manusia yang memiliki kepala gajah. Selain bernama Ganesha, dewa ini juga disebut dengan Ganapati atau Winayaka. Perpaduan antara manusia dan bentuk binatang gajah ini merupakan simbul dari perlambangan manusia yang sempurna, yang diungkapkan oleh para Rsi Hindu. Pada patung dan gambarnya, Ganesha membawa berbagai benda di tangannya dan beberapa benda yang ada di depannya. Benda-benda tersebut dan juga patungnya adalah simbul utama dari Dewa Ganesha yang melambangkan beberapa pemikiran-pemikiran Hindu yang tinggi dalam kitab Hindu.
Kepala gajah Ganesha yang besar melambangkan kebijaksanaan, pengertian, dan kecerdasan untuk dapat membedakan yang harus dimiliki seseorang untuk mencapai kesempurnaan dalam kehidupan. Mulut yang lebar melambangkan keinginan manusia yang normal (butuh makanan) untuk dapat menikmati kehidupan di dunia Kuping yang besar melambangkan bahwa manusia yang sempurna adalah manusia yang memiliki telinga yang baik untuk dapat mendengarkan orang lain dan mengasimilasikan ide-ide mereka. Belalai dan dua gading yang gading bagian kirinya rusak adalah melambangkan bahwa tidak ada bagian tubuh manusia yang memiliki kekuatan sangat besar dan lebar seperti belalai gajah. Dua gading melambangkan dua sisi dari sifat manusia yaitu kebijaksanaan dan emosi. Gading yang kanan melambangkan kebijaksanaan dan gading kiri adalah lambang emosi. Gading kiri yang rusak ini juga melambangkan bahwa untuk mencapai kesempurnaan, emosi harus dikuasai dengan kebijaksanaan. Dalam mitologi, Ganesha dianggap telah menulis epik Mahabharata dengan gading yang rusak dan didiktekan oleh Rsi Vyasa. Sedangkan mata gajah yang memiliki ketajaman alami melambangkan pemikiran yaitu bila seseorang semakin kaya atau semakin bijaksana, ia harus dapat melihat orang lain lebih besar dari dirinya agar mencapai nilai rendah hati dan kesederhanaan.
Tubuh manusia dengan perut yang besar adalah simbul dari kebaikan dan penyerahan diri pada semua. Tubuh Ganesha biasanya memakai busana merah dan kuning. Kuning melambangkan kemurnian, kedamaian, dan kebenaran. Sedangkan merah melambangkan aktivitas di dunia yang merupakan tugas-tugas manusia di dunia yang dilakukan dengan kemurnian, kedamaian, dan kebenaran. Perut yang besar memiliki arti bahwa manusia sempurna harus mampu menghadapi semua hal yang menyenangkan dan tidak menyenangkan di dunia. Seekor tikus yang duduk dekat kaki Ganesha melambangkan bahwa manusia sempurna harus dapat menguasai egonya. Sedangkan tikusnya melambangkan ego manusia yang dapat memakan segalanya yang baik dan mulia dalam diri manusia. Dan tikus yang duduk dekat makanan itu tetapi tidak memakannya, memiliki arti bahwa ego yang dimurnikan dan terkendali dapat hidup di dunia tanpa dipengaruhi oleh godaan dunia. Selain itu, tikus juga merupakan kendaraan dari Ganesha, yang menandakan bahwa seseorang itu harus dapat mengendalikan ego untuk kebijaksanaan sehingga dapat bersinar.
Sebenarnya masih banyak sekali tentang Ganesha, mulai dari kelahiran sampai kenapa kepalanya berbentuk gajah. Tapi sampai di sini saja ya kawan, aku takut kamu terlalu bosan. Dadah :)
Referensi: http://wisatadewata.com/article/adat-kebudayaan/dewa-ganesha

2 komentar: