UA-51566014-1 Catatan Harian: Untuk Kau yang Tak Perlu Kusebut Namanya

Selasa, 09 April 2013

Untuk Kau yang Tak Perlu Kusebut Namanya


Semarang, 9 April 2013

Untuk Kau yang Tak Perlu Kusebut Namanya

Semua yang kita alami, masing-masing begitu rumit dan melelahkan. Seolah tak ada lagi jeda untuk saling menyapa, mengenang kembali, sekalipun itu bukan sesuatu yang layak bagi sebuah memori. Kita larut dalam targetan diri yang entah. Bergulat dengan bayang kosong yang bermuara pada hedonisme semata.

Kau menjadi sangat kiri sekarang, sedangkan aku tetap dalam kekangan kanan. Persamaan kita hanyalah tentang ketidaktahuan meski keduanya tak berkaitan. Tapi aku merasa kau adalah benang merah bagi tempat absurd dari yang paling absurd. Tak peduli apa dan bagaimana.

Aku tidak sedang membicarakan kita dalam sudut pandang suatu masa. Biarlah semua berjalan seperti seharusnya tanpa campur tangan persona. Tak ada yang perlu terganggu oleh kegelisahan pada waktu. Luruslah, aku selalu di garis jejakmu. Bila kau mau, tak usah ada kata untuk bertanya.

Lekaslah lekas, kenapa kau tak juga bersua dengan karsa. Sesuatu yang telah dikuasai kehendak harusnya tak boleh “stuck”. Semua akan menjadi mudah pada saatNya. Kau hanya butuh bergerak cepat tanpa menikung keselarasan. Cepat keluar dari zona nyaman! Tempat itu terlalu sederhana untuk manusia luar biasa.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar